PACITAN – Musim kemarau panjang yang mengikis pasokan air bersih di berbagai wilayah Kabupaten Pacitan mulai berdampak nyata pada kehidupan warga harian. Sejumlah sumber mata air mengering, debit sumur warga menyusut drastis, dan beberapa desa harus bergantung pada bantuan armada tangki air. Menyikapi situasi prihatin ini, keluarga besar SD Negeri Baleharjo mengambil langkah spiritual dengan menggelar Shalat Istisqa (shalat memohon hujan) berjamaah di halaman sekolah.
Sejak pagi, suasana lingkungan sekolah tampak berbeda. Ratusan siswa bersama jajaran guru dan tenaga kependidikan berkumpul dengan membawa sajadah masing-masing. Berbaris dalam saf yang rapi dan tertib, seluruh warga sekolah menundukkan kepala dengan khusyuk untuk melantunkan istighfar dan memanjatkan doa memohon agar rahmat berupa hujan segera diturunkan di tanah Pacitan.
Mendidik Karakter di Tengah Ujian Alam
Rangkaian kegiatan diawali dengan bimbingan tata cara pelaksanaan Shalat Istisqa, dilanjutkan shalat dua rakaat secara berjamaah, serta penyampaian khutbah dan pembacaan doa khusus. Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai bentuk ikhtiar batin, tetapi juga bagian dari pembelajaran praktik keagamaan langsung bagi para murid.
Kepala SD Negeri Baleharjo, Suranto, S.Pd., M.Si., menegaskan bahwa aksi bersama ini membawa misi pendidikan karakter yang sangat penting dalam merespons kondisi lingkungan sekitar.
"Krisis air bersih yang dialami masyarakat Pacitan saat ini sudah sangat memprihatinkan. Melalui Shalat Istisqa ini, kami ingin menanamkan pemahaman kepada para siswa bahwa saat kita menghadapi kesulitan atau bencana alam, langkah paling utama adalah mengetuk pintu langit dan memohon pertolongan hanya kepada Allah SWT," ungkap Suranto di sela-sela kegiatan.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan mengasah kepedulian sosial murid sejak dini terhadap kondisi lingkungan sekitar tempat mereka tinggal.
"Kami tidak ingin anak-anak hanya menjadi penonton di tengah kesulitan yang dialami masyarakat. Dengan berinteraksi langsung melalui ibadah ini, rasa empati mereka terasah. Mereka belajar merasakan bagaimana sulitnya saudara-saudara kita yang kekurangan air bersih, sekaligus memahami pentingnya menjaga serta menghemat penggunaan air dalam kehidupan sehari-hari," lanjutnya.
Lantunan Doa Memohon Berkah dan Air Bersih
Di penghujung prosesi ibadah, seluruh jamaah melantunkan doa memohon hujan yang membawa berkah, kesuburan, dan kemaslahatan bagi seluruh makhluk hidup, jauh dari bahaya maupun bencana. Melalui ikhtiar spiritual ini, keluarga besar SD Negeri Baleharjo berharap hujan segera turun membasahi bumi Pacitan, mengalirkan kembali sumber-sumber air yang mengering, serta mengakhiri kesulitan air bersih yang melanda masyarakat.


Tuliskan Komentar Anda