Arak Arakan Jaranan Bongkok Warnai Quot Ayo Berkemah 2026 Quot Sd Negeri Baleharjo Uniknya Akulturasi Budaya Dan Tradisi Pramuka

Arak-Arakan Jaranan Bongkok Warnai "Ayo Berkemah 2026" SD Negeri Baleharjo, Uniknya Akulturasi Budaya dan Tradisi Pramuka

Arak-Arakan Jaranan Bongkok Warnai "Ayo Berkemah 2026" SD Negeri Baleharjo, Uniknya Akulturasi Budaya dan Tradisi Pramuka

PACITAN — Nuansa berbeda mewarnai kegiatan pramukaan di SD Negeri Baleharjo, Pacitan. Mengusung tema "Ayo Berkemah", kegiatan yang berlangsung pada 13–14 Agustus 2026 ini menyedot perhatian warga sekitar berkat pembukaannya yang tak biasa: memadukan nilai-nilai kepramukaan dengan seni tradisi tari Jaranan berbahan alami.

Kemeriahan terasa saat prosesi pembukaan dimulai. Acara peralihan tingkatan dari Pramuka Siaga ke Pramuka Penggalang dikemas unik melalui ritual arak-arakan dan kirab. Uniknya, tiruan kuda atau jaranan yang ditunggani para siswa memanfaatkan pelepah batang daun kelapa atau yang akrab disapa bongkok. Kreasinya yang sederhana namun sarat kehangatan tradisi lokal memperlihatkan kreativitas tinggi dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.

Para peserta didik berjalan beriringan sembari menunggangi jaranan bongkok tersebut dan memperagakan gerakan tari Jaranan yang sarat akan semangat, ketangkasan, serta nilai kebudayaan.

Kepala SD Negeri Baleharjo sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan (Kamabigus), Suranto, mengungkapkan bahwa pemanfaatan pelepah kelapa ini disengaja untuk menanamkan rasa cinta tanah air, kreativitas, dan kepedulian lingkungan sejak dini.

"Pramuka mengajarkan kemandirian, kesederhanaan, dan pemanfaatan alam secara bijak. Penggunaan jaranan dari bongkok pelepah kelapa ini membuktikan bahwa melestarikan budaya tidak harus mahal. Lewat momen peralihan dari Siaga ke Penggalang ini, kami ingin anak-anak bangga akan identitas budayanya sekaligus siap melangkah ke tingkatan pramuka yang lebih mandiri," tegas Suranto.

Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan, Ari, menjelaskan bahwa perkemahan selama dua hari ini telah dirancang untuk melatih fisik, mental, dan rasa kepedulian sosial para murid melalui berbagai agenda lapangan.

"Arak-arakan jaranan bongkok di awal acara menjadi simbol kelincahan, kearifan lokal, dan semangat baru bagi para penggalang baru. Selama 13–14 Agustus ini, anak-anak akan mengikuti serangkaian kegiatan kepramukaan, mulai dari pendirian tenda, penjelajahan, hingga pentas seni di malam akrab," jelas Ari Wibowo.

Melalui perkemahan "Ayo Berkemah" ini, SD Negeri Baleharjo Pacitan tidak hanya sukses melantik anggota Penggalang baru, tetapi juga membuktikan bahwa kegiatan ekstrakurikuler sekolah mampu menjadi wadah efektif dalam mengasah kreativitas dan melestarikan kesenian daerah secara ramah lingkungan.